Pengikut

Minggu, 03 Agustus 2014

Umur dan Hijab tak menghalangi bermain Sepatu roda :)

Gara-gara coba-coba pinjem punya adek Sepatu roda jadi penasaran tentang olahraga satu ini... 
kalau di Bengkulu memang belom terlalu lama, baru-baru ini sangat membooming dikalangan anak-anak muda, mungkin sekitar 2-3 tahun belakangan ini... 
setelah otak-ataik gogle aku dapetin artikel ini diambil dari http://www.kaskus.co.id/thread/52dcbd471acb17c4478b4585/sejarah-sepatu-roda-dan-perkembangannya 

Sejarah
Olahraga sepatu roda berasal dari negeri Belanda, diciptakan sekitar abad ke 17 oleh seorang penggemar ice skating. Dia ingin mengubah permainan ice skating menjadi permainan yang dapat bergerak di atas tanah atau jalan keras.

Tahun 1763 Joseph Marlin seorang teknisi Belgia dan pembuat alat-alat musik mencoba berlari dengan peralatan ice skating yang dilengkapi dengan roda kecil dari besi, tapi tidak bias berkembang pada waktu itu karena ada larangan pemerintah Belanda bermain sepatu roda di jalan raya. Tahun 1863 sorang bernama James Leonard Plimton’s pencipta “rocking Skate yang kemudian ia patenkan menjadi sangat popular, ia kemudian dijuluki “Bapak Pencipta Sepatu Roda”.





 


Olahraga itu kemudian popular di Amerika, Inggris dan Austria. Tahun 1876 terbentuk organisasi sepatu roda di Inggris yang bernama NSA (The National Skating Association). Tahun 1924 berdiri organisasi sepatu roda Internasional dengan nama Federasi Internationale de Roller Skating (FIRS). Sekarang sudah menyebar di 5 benua dengan 42 anggota federasi nasional.

Kejuaraan dunia diadakan setiap dua tahun sekali dalam nomer Roller Speed Track, Artistic Roller Skating dan Roller Hockey, untuk Speed Roller Skating direncanakan diadakan kejuaraan setiap tahun di Indonesia. Masuknya sepatu roda di Indonesia ketika masa penjajahan Belanda yang membawa permainan itu ke Indonesia, kemudian menjalar pada anak-anak orang Indonesia yang kebetulan orang tuanya bekerja pada Belanda. Tahun 1978 muncul perkumpulan sepatu roda yang diselenggarakan Ikatan Mahasiswa Djakarta (Imada), dan pada tanggal 7 Oktober 1979 terbentuk Pengda Perserosi DKI Jakarta. Pada tanggal 24 – 26 April 1981 dilaksanakan Munas Perserosi I, diikuti oleh 10 utusan Pengda Perserosi. Dan dalam Munas Perserosi I resmi terbentuk PB. Perserosi dengan 14 anggota Pengda yaitu Aceh, Sumut, Sumbar, Sumsel, Jabar, Jateng, Jatim, Kaltim, Sulsel, Sulut, Sulteng, Riau, Bengkulu, dan DKI Jakarta


setelah membaca artikel itu jadi makin tertarik, dan finally aku pun mencoba walaupun agak-agak canggung dan takut jatoh... sekali dua kali asyik kayaknya, kalau diterusin pasti jadi olahraga yang asyik ya. 

sambil mikir gimana mereka yang sudah ahli itu ya ada anak muda anak kecil aja dah bisa main sepatu roda sampe muter-muter seru pokoknya... 

ini sebenernya agak telat, karena aku juga tinggal di sebuah kota yg jauh dari perkotaan tepatnya bagian Bengkulu di utara nya, so semasa kecil jauh belom mengenal mainan yang begini, mainannya dulu ya mainan kampung hiiiii... ehhhh udah umur kepala 2 baru ketemu dan kayaknya belom telat lah ya... yang penting aku menikmati dan enjoy aja, umur boleh nambah, kedewasaan juga tapi semangat jiwa muda tetep membara lah ya... hahhahahaa

 oiya... cerita tentang umur udah intinya walaupun dah nambah banyak umurnya gak menghalangi kita menikmati banyak hal yang seru, yang penting juga yang pake Hijab juga... gak musti yang pake hijab gak boleh main sepatu roda atau olahraga lainnya, karena kita harus tetap kreatif tidak membatasi asal sesuai dengan kaidahnya tanpa berniat yang kurang baik, niatnya olahraga... :)

Selamat Mencoba.... ^_^*

10 komentar:

  1. Saya mengucapkan minal aidin walfaidin mohon maaf lahir dan batin, salam

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama2 ya mbak ehhh mas apa mbak nih... saya juga mohon maaf lahir batin minal aidin wal faizin...

      Hapus
  2. berkunjung, minal aidin walfaidin mohon maaf lahir batin, jangan lupa kunbalnya ya ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama2 minal aidin walfaizin ya... baiklah mari kita saling kunbal hehehhe

      Hapus
  3. kereen ya mau mencoba...aku terlalu tua untuk bersepatu roda...

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mak boleh dicoba tapi hati2 ya mak soalnya lumayan ... lumayan agak menakutkan hiiii buat yang gak terlalu muda lagi kayak kita hiiii

      Hapus
  4. Keren mak, bisa sepatu rodaan. Aku belom pernaaah

    BalasHapus
    Balasan
    1. hayooooo dicoba, biar gak penasaran ... hahahha fun live

      Hapus
  5. Waaah, saya juga tidak pernah mencoba sepatu roda. terlalu takut. Dan sekarang pun sudah merasa tua. hihiii

    Blogwalking ke blogku juga doong, mohon komennya yaah http://diirumahkata.blogspot.com/2014/08/boleh-lahir-dari-telur-yang-sama-tapi.html ^^

    BalasHapus