Pengikut

Kamis, 11 Desember 2014

Kisah Anakku ... anak Mahal... ^_^*

"Anakku... anak mahal" Istilah ini sering kali terdengar ketika seseorang agak sulit mendapatkan keturunan. ini ceritaku... Aku seorang ibu muda yang bekerja sebagai seorang Penyiar di stasiun RRI Programa 2 Bengkulu, dan aku merasa begitu bersyukur ketika mendapatkan seorang putra yang dahulunya dokter memberikan vonis bahwa aku tidak bisa memiliki keturunan karena aku memiliki penyakit Kista. 

Ada beberapa pendapat yang mengatakan, mungkin saja ini ada hubungannya dengan pekerjaanku yang berhubungan langsung dengan pancaran Radiasi Radio yang sudah kutekuni kurang lebih 10 tahun ini sebagai penyiar.


Tidak mau menyerah.... mungkin kata-kata ini selalu keluar dari bibirku untuk berjuang menjadi seorang perempuan yang utuh, mampu menjadi seorang ibu yang bisa melahirkan dari rahimku sendiri.

Menikah pada tahun 2010, ditunggu dari bulan ke bulan untuk kehadiran buah hati kami tapi sepertinya keadaan tak berpihak. Aku dan suami tidak mau tinggal diam, adakalanya aku sangat bersedih ketika setiap bulan menerima kenyataan hasilnya NEGATIF. Dan bagi pasangan muda ini membuat ku cukup stress, bahkan pernah aku membanting pintu kamar karena kecewa, terlebih ketika bertemu sahabat-sahabat yang baru saja menikah dan langsung dikaruniai keturunan.

Banyak saran yang kami terima, dari teman, saudara, keluarga untuk mencoba berkonsultasi ke Dokter, dan ternyata bagaikan petir di siang hari... vonis dokter yang mengatakan bahwa aku terkena penyakit kista dan sulit untuk mendapat keturunan, harus dioperasi saat itu juga.

Aku terlalu takut untuk berhubungan dengan meja operasi, cara lain adalah dengan metoda TIUP, dan itupun aku coba, dokter mengatakan ada sumbatan di saluran Rahimku... alhasil setelah ditangani dokter dengan metode TIUP, aku pingsan seharian. Hal ini membuat suamiku cemas luar biasa yang akhirnya membawa kami untuk mencoba pengobatan Alternatif.

Biaya yang dikeluarkan tidak sedikit, dari satu pengobatan ke pengobatan kami coba, semangat yang tak pernah putus asa. Pernah satu pengobatan yang kami jalani selama 1 bulan penuh setiap setelah subuh datang karena antriannya yang panjang sekali dan itu tetap kami lakukan, walaupun hasilnya juga tetap mengecewakan. untuk masalah biaya sekali lagi jangan ditanyakan, semua dilakukan demi sang buah hati.

Kamipun berpindah lagi untuk kesekian kalinya dan akhirnya setelah kurang lebih 1 tahun setengah berkelana, sang suamiku tercinta bilang :"Bunda, ini yang terakhir usaha kita sudah luar biasa, kalau masih gagal maka kita pasrahkan semua kepada Yang Maha kuasa" kami sudah berada diujung lelah... mungkin suamikupun sudah banyak sekali berkorban, waktu, tenaga, fikiran dan biaya. iya juga sudah tidak tega melihat aku yang mulai seperti orang putus asa.

Untuk yang terakhir, suamiku sampai rela mengambil cuti tahunannya, untuk fokus pada pengobatan kami demi si buah hati. siang mlam kami berdoa dan berusaha, tidak mengenal waktu, kadang kami berobat subuh, siang hari pernah tengah malam dan dini hari. bahkan kami pernah seharian ditempat pengobatan karena antrian yang sangat panjang dan seperti layaknya piknik kami membawa bekal nasi dan lauk pauk agar tidak kelaparan, karena jarak tempat pengobatan yang jauh masuk kearah daerah agak terpencil. ini perjuangan yang luar biasa.

lelah itu benar-benar tak kurasakan, dalam hati kami berdua aku dan suami tekad kami cuma satu ikhtiar demi si buah hati lilahi taa'la karena Allah, semoga doa kami diijabah... itu saja.

Dengan target 3 bulan... WallauhuAllam, Allahuakbar... Allah Maha Besar, setelah pengobatan bulan pertama aku mendapatkan kabar baik... yachhhhh.... aku POSITIF hamil... sujud syukur yang tak mampu diungkapkan dengan kata....air mata ku mengalir tanpa henti, kukabari semua keluargaku yang memang sudah sangat menantikan kehadiran cucu pertama mereka. mereka yang selama ini menghina kami karena sulit mendapat keturunan tak perlu ku jauhi dan kutakuti lagi, ternyata aku bisa Hamil.... Allhamdulillah.

tidaklah sia-sia semua usaha, doa dan semua yang sudah kami korbankan. Allah Maha besar yang menjadikan tidak mungkin menjadi mungkin.

Masa kehamilan Pertamaku ku jalani dengan bahagia, penuh rasa syukur dan tentunya sangat hati-hati dijaga. Rasa lelah rasa mual atau rasa mabuk dan semua keluhan selama masa kehamilanku sama sekali tak kuhiraukan kurang lebih 9 bulan 10 hari. Selama kehamilah  mungkin banyak juga pasangan yang bisa merasakan seperti apa yang kurasakan setelah sekian lama menikah dan akhirnya diberi keturunan yang luar biasa.

Proses Melahirkan pun kulewati dengan haru biru, terharu atas kekuasan Allah yang maha Besar, penyayang dan pengasih, anakku lahir dengan Normal berat 3,1 panjang 50cm kuberi nama "Khalifah AliftaRizky Aprian" yang katanya nama itu doa dan nama ini berarti Rezeki yang pertama dari Allah agar menjadi Pemimpin di muka bumi.

Baby Alif Born

Khalifah Aliftarizky Aprian berusia 1 tahun


dan akhirnya.... Syukurku makin bertambah dan bertambah lagi kembali aku diberikan kepercayaan untuk mengemban amanah Anak Kedua kami yang saat ini usia kandunganku 5 bulan ^____^* mohon doanya ya bunda semua agar kali ini kehamilan dan persalinannya lancar. 


Bunda dengan usia kehamilan 4 bulan ^_^

pesan buat bunda, jangan pernah menyerah bila kita berbeda dari keadaan yang biasa, pasti akan ada hikmah dibalik semua ujian dan cobaan dari Allah SWT, dan Buah hati adalah anugerah terindah yang dititipkaNya untuk dijaga, dididik menjadi kebanggan Agama, nusa dan bangsa.

“Tulisan ini diikutsertakan dalam GA Hamil dan Melahirkan ala Bunda Salfa”

 
http://bunda.chemistrahmah.com/wp-content/uploads/2014/11/Banner-Giveaway-Bunda-Salfa.png

6 komentar:

  1. saya sedang menunggu, menikah sudah 1 tahun 8 bulan.
    dan sedih udah mulai terasa sekarang. banyak yang support tapi banyak juga yg berkomentar yg nyakitin hati..
    semoga Allah segera memberikan kami keturunan, Aamiin...

    BalasHapus
    Balasan
    1. tetep semangat yak bunda Emy, selalu berikhtiar, berdoa dan yakin percaya bahwa kita bisa... yakinlah semua ada waktu yang tepat ... karena kalo tempat aku berobat waktu itu bilang bahwa di dunia ini kodrat seorang perempuan adalah hamil dan ketika Allah berkehendak tidak ada yang tak mungkin....

      semangatttttt......

      Hapus
  2. anaknya ganteng mbak, setelah muter-muter nyariin satu2 akhirnya muncul juga.
    Mbak dari Bengkulu kan, aku juga dari bengkulu mbak, Kapan ya bisa kopdar bareng emak2 blogger asal bengkulu. Salam camkohah mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya nih... di Bengkulu masih susah mak nyari bloger... padahal kalo rame kan seru yach kita bisa buat komunitas gitu dan kopdar :)

      Hapus
  3. Balasan
    1. terimakasih mak AL Rosi ... salam kenal yach :)

      Hapus